Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa jika musuh-musuh Allah diseret ke neraka, maka wajahnya akan berubah menjadi hitam. Mata yang mereka miliki kemudian menjadi biru. Tidak cukup sampai disitu, mulut-mulut mereka juga turut dikunci. Dan ketika hendak sampai ke pintu neraka, mereka diterima oleh malaikat Zabaniyyah (malaikat penjaga neraka). Kala itu keadaan mereka dirantai dan dibelenggu. Sekedar mengingatkan bahwa apabila rantai itu diletakkan di mulut mereka, maka akan tembus hingga sampai ke dubur. Sedangkan tangan kirinya dibelenggu sampai leher, sedangkan tangan kanannya dimasukkan ke dalam dadanya sampai tembus ke punggung.
Ketika
itu
seorang kafir akan diikat dengan seekor setan dan ditarik ke neraka.
Saat
sampai ke sebuah tempat yang telah ditentukan, kemudian pasangan ini
dipukuli
dengan gada yang terdiri dari besi. Siksaan yang mereka alami ini tidak
ada
habis-habisnya, dan diulang-ulang sehingga masing-masing dapat merasakan
betapa
siksaan yang sangat pedih itu layak diterima. Dan karena siksaan yang
demikian
pedihnya itu terjadi terus-menerus, maka mereka berkeinginan untuk
keluar dari
neraka. Namun usaha mereka akan sia-sia, karena setiap kali pasangan itu
hendak
keluar dari siksaan yang tidak terhingga itu, maka Allah mengembalikan
mereka
ke dalam neraka. Karenanya mereka menjerit sejadi-jadinya menghadapi
siksaan
itu, dan mereka akan menangis sekuat-kuatnya. Lama-kelamaan air mata
mereka pun
habis karena terlalu banyak menangis, dan akhirnya yang keluar adalah
darah. Para malaikat yang menyiksa pasangan ini pun tidak mengenal
belas kasihan, panasnya api neraka dan pukulan-pukulan yang ditimpakan
kepada
mereka tidak pernah diringankan barang satu kali pun. Mereka menghadapi
siksaan
yang kekal di neraka dan tidak akan pernah keluar dari sana
selama-lamanya.
Begitulah siksaan yang ditimpakan kepada orang-orang kafir dan
setan-setan
mereka. Mereka tinggal dengan hina di dalamnya. Allah berfirman dalam
Al-Qur’an:
“Adapun bagi orang-orang durhaka, tentulah
kancah api neraka tempat tinggalnya. Setiap kali mereka hendak keluar dari
sana, dikembalikan lagi kesana. Dikatakan kepada mereka, ‘Rasakanlah siksa
neraka yang dahulu kamu dustakan itu.'” (Qs.
As-Sajdah: 20)
Termasuk
di
antara orang-orang yang kelak di akhirat akan mendapatkan siksaan berat
adalah mereka yang tidak mengeluarkan zakat terhadap anugerah kekayaan
yang
telah Allah berikan. Padahal harta dan kekayaan yang telah diterimanya
merupakan amanah, dan di dalamnya juga ada hak bagi orang-orang yang
berkekurangan.
Bila zakat ini tidak dinafkahkan sebagaimana mestinya, maka ancaman
Allah adalah
seluruh hartanya akan dijadikan api sebagai bahan untuk menyiksa dirinya
sendiri. Hal ini sebagaimana firman Allah:
“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan
peraknya dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada
mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskannya
emas dan perak itu dari dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi
mereka, lambung, dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, ‘Inilah
harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. Maka rasakanlah sekarang
(akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (Qs. At-Taubah: 34-35)
Sedangkan
dalam sebuah riwayat, yakni dari Abu Hurairah radiyallahu anhu bahwa Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wassalam pernah bersabda, “Barangsiapa diberi harta oleh
Allah dan tidak mengeluarkan zakatnya, dipanaskanlah harta bendanya dalam
neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi, lambung, dan punggungnya di hari
kiamat. Jika telah dingin, dipanaskan kembali dalam api neraka setiap harinya.”
(al-Hadits)
“Diperintahkan kepada penjaga neraka,
‘Tangkaplah orang-orang yang berdosa itu dan seret ke tengah-tengah neraka.
Kemudian tuangkanlah ke atas ubun-ubunnya air mendidih tadi sebagai siksaan.
Rasakanlah! Karena engkau pernah mengatakan bahwa engkau orang yang perkasa dan
mulia.” (Qs. Ad-Dukhan: 47-49)
Demikian
pula siksaan yang sangat pedih akan ditimpakan kepada orang-orang yang selama
di dunia dengan mudah meninggalkan shalat. Padahal ibadah ini merupakan tiang
dan penyangga bagi keislaman seseorang. Bagi mereka akan diganjar dengan neraka sebagaimana firman Allah berikut:
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar?
Mereka menjawab, ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan
shalat, dan kami tidak pula memberi makan orang miskin, dan adalah kami
membicarakan yang batil bersama-sama dengan orang-orang yang membicarakannya,
dan kami mendustakan hari pembalasan hingga kepada kami datang kematian.” (Qs. Al-Mudatsir: 42-47)
Selama
dalam siksa neraka, orang-orang kafir akan diikat lehernya dengan rantai,
kemudian dilemparkan ke dalam air yang panas dan dibakar dalam api. Perhatikan
firman Allah yang dengan sangat jelas menceritakan kondisi ini:
“Pada waktu belenggu dipasang di lehernya
lalu mereka diseret ke dalam air panas dan seterusnya dibakar dalam api neraka.”
(Qs. Al-Mu’min: 71-72)
Untuk
orang-orang kafir, salah satu siksaan yang merupakan balasan terhadap perilaku mereka di dunia
adalah disiram dengan air mendidih. Firman Allah:
Referensi: Saifulloh dan Abu Shofia (2003). Menyingkap Tabir Alam Malaikat. Surabaya: Karya Agung
